| Thursday, 1 November 2007 |
| Rasa Sayange |
 Siang itu ketika kami mengunjungi balai perlindungan buruh migran di taiwan, tuan rumahnya menyajikan tarian dari thailand. Ujung-ujungnya partisipan dari masing2 negara harus tampil juga. Dengan lagu yang sama, masing-masing negara harus menari. Terserah saja tariannya. Alhasil pecahlah gelak tawa menyaksikan atraksi dari kami dan untuk kami itu. Kemudian peserta dari Malaysia, Philipina, dan Panitianya (Taiwan) didaulat untuk menyanyikan lagu dari negaranya. Aku merasa agak aneh juga ketika peserta dari Malaysia menyanyikan lagu 'rasa sayange' dengan syairnya yang dirubah. Setelah mereka selesai nyanyi aku bilang ke peserta dari India di depan salah seorang peserta dari Malaysia, kalau kawan-kawan dari Malaysia itu menyanyikan lagu Indonesia. Teman dari Malaysia itu senyum-senyum saja tanpa komentar. Tanpa sengaja esok harinya pas buka-buka berita di internet aku baca, kalau lagu itu tengah jadi perbincangan karena Malaysia menggunakan lagu itu untuk jingle kampanye pariwisata Malaysia.
 Aku sama sekali nggak tahu sebelumnya masalah itu, jadi ketika aku komentar saat teman-teman dari Malaysia selesai menyanyi bahwa itu lagu Indonesia, keluar spontan saja, tanpa maksud tertentu karena memang yang aku tahu itu lagu daerah yang ketika aku masih SD pun sudah pernah aku dengar. Aku juga nggak tahu mengapa mereka menyanyikan lagu itu. Mungkin juga dalam rangka menyukseskan program pariwisata negaranya, bukan dalam rangka mencari dukungan untuk klaim lagu itu sebagai lagu dari Malaysia. Sebenarnya interaksi kami dengan peserta dari Malaysia biasa saja (tidak terlalu dekat, juga tidak saling menjauh). Kami lebih sering bareng2 teman dari India. Hikmahnya adalah mudah-mudahan kita dan bangsa Indonesia lebih berpikir ke depan dengan berbagai kejadian berkaitan hubungan RI-Malaysia. Kita baru ramai kalau sudah ada masalah seperti ini. Apa tidak sebaiknya dari sekarang kita inventarisasi kekayaan budaya dan kekayaan lainnya dan melindunginya dengan paten, sehingga di masa datang tidak lagi ada masalah seperti ini. Aku sendiri sebenarnya yakin kalau lagu ini berasal dari Indonesia. Bahkan mantan PM Malaysia sendiri (Anwar Ibrahim) juga mengakui kalau itu lagu dari Indonesia (baca di http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TLJ19T18R8HCBH105). |
posted by ummughayda @ 16:02  |
|
| 1 Comments: |
-
Salaam,
Memang Malaysia dari dulu begitu seringnya, nyuri2 "dikit". Indonesia karena saking "kayanya" jarang nyadar, setelah populer baru "ngeh" :)
btw: Umm, kalo boleh usul, setting untuk commentnya diganti dengan boleh anonymoous tapi discreening, dengan begitu yg tidak punya blogger account bisa comment juga, cuma usul loh;)
|
| |
| << Home |
| |
|
|
|
| About Me |
|
Name: ummughayda
Home:
About Me:
See my complete profile
|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
| Links |
|
|
| Blogroll |
|
|
| Anda Pengunjung Ke |
|
|
| Dimana Anda? |
|
| Kalender Hijriyah |
|
|
| Jadwal Sholat |
|
|

Subscribe to Posts [Atom]
|
Salaam,
Memang Malaysia dari dulu begitu seringnya, nyuri2 "dikit". Indonesia karena saking "kayanya" jarang nyadar, setelah populer baru "ngeh" :)
btw: Umm, kalo boleh usul, setting untuk commentnya diganti dengan boleh anonymoous tapi discreening, dengan begitu yg tidak punya blogger account bisa comment juga, cuma usul loh;)